18 September 2014

Bahagia

  No comments    
categories: ,



Kamu tau arti bahagia?
Bahagia itu ketika semua rasa tercurah saat ada kamu. Ketika kamu datang dihadapan orang tuaku. Memintaku pada mereka. Menyerahkan tanggung jawab mereka kepadamu. Dengan beribu jarak telah kita tempuh bersama. Sedih, bahagia, canda, tawa, jatuh, bangkit kita selalu bergandeng tangan. Selalu meyakinkan. Banyak yang tak yakin dengan kedekatan kita, tentunya karna perbedaan sifat dan tingkah kita. Tapi krna perbedaan itulah yang mampu membuat bahagia.
Kau bilang "apa kau siap dengan apa yang ada di hadapan kita nanti?" dengan yakin aku menjawab "denganmu aku siap dan yakin melewatinya selama kita terus berpegang tangan". sungguh kau meyakinkanku tiada henti. "Tak hanya itu, selama aku mampu. aku akan selalu meyakinkanmu. Kita harus bahagia." Kesederhanaanmu membuatku selalu berdecak kagum. Pendiam, keras kepala, pekerja keras, perfeksionis, usil. Itu yang ku tahu tentangmu. Segala pekerjaan yang kamu lakukan selalu harus selesai dengan indah. Seorang yang tak hentinya beranjak dari barisan kode pemrograman, dari fajar hingga ufuk barat. Semua kau tuliskan kau tuangkan untuk mendapat sebuah tujuan membangun masa depan. Kamu yang selalu aku kagumi, sosok yang terkadang acuh dengan hembusan nafas sekitar. Tapi tidak dengan orang yang kamu sayang.
Saat orang bertanya apa yang membuatku jatuh hati padamu? Aku selalu menjawab tak tahu. yang aku tahu hanya kamu yang membuatku jatuh cinta berkali-kali. Membuatku menyairkan sayang setiap detik. Mengungkapkan cinta melalui tulisan. Meskipun aku sama denganmu satu jurusan denganmu, tapi aku tak tertarik berhadapan dengan barisan kode yang kurang bersahabat dengan jariku. Aku lebih tertarik menuliskan sajak tentang perangaimu. Perangai yang ku kagumi setelah pangeran pertamaku. Bapak.
Dengan kamu yang suka dengan kuliner, makanan, kudapan. Sama. Hingga makanan apapun yang bisa kita lakukan, kita olah makanan itu bersama. Terkadang jadi salah satu kejutan kecil hanya untuk menghangatkan suasana kedekatan kita. Bagiku, itu sangat berarti. Hal-hal kecil yang seperti itu membuatku rindu saat kita jauh. Saat kita berbeda wilayah. Karena sepiku sudah kau penuhi dengan canda, kau penuhi dengan keusilanmu. Memang tak pernah ada hentinya saat bercerita tentangmu. Kamu yang selalu mengusili kehidupanku, merubah duniaku menjadi tawa. Itulah bahagia. :)

17 September 2014

Kita

  No comments    
categories: ,
satu, kau letakkan hati ini menyatu denganmu
dua, kau berikan segala perhatian dan kasihmu nyata
tiga, kau sandarkanku dibahumu tuk lalui segalanya bersama
empat, kau tunjukkan jalan setapak berbatu hingga tak sempat
lima, kau dekap erat tanganku meyakinkan
enam, kau menguatkan saat ku terbenam
tujuh, kau selalu mengingatkan apa yang akan kita tuju
delapan, kau memberikan secercah harapan
sembilan, kau menuntun menuju pelaminan
sepuluh, melewati hidup tak berarti tanpa peluh

satu hingga sepuluh adalah kita..
kita..
ada karena aku dan kamu melengkapi
kita..
ada karena aku dan kamu berpegang teguh
kita..
ada karena janji yang kita ucapkan tuk saling menyatu
menyatukan berbagai kelemahan menjadi kekuatan
menyatukan berbagai kekurangan menjadi kelebihan
menyatukan berbagai kesedihan menjadi kebahagiaan
hingga kuat dan bersinar dengan

kita

06 June 2014

Masih?

  No comments    
categories: , ,

2 tahun memang tak sebentar. Sudah mengenal satu sama lain pasti. Bosan? ada. Tapi kenapa harus menunggu aku yang menebak? Aku yang bertanya? Kan aku sudah bilang, kalau kau merasakan itu semua jujurlah!! Tak ada akibatnya untuk hatiku dan sikapku. Hanya saja aku akan introspeksi diri. Bukan menjauh dan tidak sampai berlaga tidak enak kepadamu. Apa memang kamu tidak bisa lagi berkata jujur? Apa memang sikapku memuakkan sehingga kau ingin lepas? tak semudah itu. Kita telah berkomitmen untuk satu walau bukan dalam ikatan. Ini hati bukan mainan. Bukan untuk disinggahi lalu ditinggalkan. Kau juga tau tak hanya hujan, angin bahkan bintang telah menyaksikan. Dengan segala impian kita, kita ukir dengan sebuah tinta. Hanya karna kau bosan dan tak ingin bicara langsung padaku? Apa kau tak merasakan adanya perubahan pada sikapku? Sepertinya kamu merasa namun kau masih menunggu aku yang bilang. 
Masihkah kau ingat, aku pernah mengatakan "kalau kamu bosan, langsung bilang ya. jangan sungkan. kita nanti bisa cari solusi sama-sama" dan itu pun kau jawab "iya". Tapi kenapa harus menunggu aku bertanya? Lupa? Atau sungkan? Kurasa tidak. Mengambil hatiku saja, kau tidak merasa sungkan. Seharusnya kau berani mengatakan kalau "aku bosan dengan..., jadi kita harus gimana ya? biar kita satu sama lain enak dan tidak merubah hubungan" kalau tidak dibicarakan, mana aku tau kau sedang bosan? Kalau tak kau ungkapkan, mana tau kau sedang ingin memiliki waktu sendiri? Kalau kau tidak ungkapkan, kau yang menahan semuanya sendiri tanpa aku tau. 
Aku tau kau sebenarnya ingin berucap, tapi karna tidak enak hati saja denganku.. ingat perjuangan kita waktu jauh? ingat perjuangan kita saat bertengkar? ingat lagu-lagu favorit kita? ingat semua yang kita lalui bersama? :') aku harap kau ingat.. cry teapot sad teapot
Masih besar harapanku untuk tetap bisa berdua denganmu. Sampai nanti sampai akhir.. 

05 June 2014

Surti

  No comments    
categories: ,
Saat aku belum sepenuhnya tersadar, sempat mendengar sayup-sayup wanita yang tak asing lagi untukku. Kupenuhkan tatapan mataku yang telah tertidur entah berapa lama. Berat. Dengan penerangan apa adanya, jelas itu tak membantu.
Surti, dia memang sabar menghadapiku. Seorang pemabuk yang tak tahu diri. Sudah memiliki 2 anak, tapi masih saja tidak ingat. Surti membawakan segelas minum dan gorengan. Surti menyuruhku minum agar aku lekas sadar dari kejadian semalam. Dia bercerita bahwa aku terlalu teler saat pulang karna terlalu banyak minum. Dia lekas membawaku ke kamar dan ditidurkan. Sudah tak mengenal betapa gempal badanku menimpa badannya yang mungil. Sesekali ia menarik nafas, melegakan dadanya saat membawaku ke kamar. Aku tahu walau tak sepenuhnya sadar. Tak pernah terbesit olehnya untuk meninggalkan aku yang sedang terpuruk oleh hutang kesana kemari.
"mas, sudah enak badannya? Ini minumlah, biar lebih segar badanmu." Dia menyerahkan gelas itu.
"Ah dik Surti masih saja memperdulikanku. Anak kita sudah sekolah? Mas ingin mandi dik." Beranjak dari tempat tidur, dengan sempoyongan.
"Ah mas, nanti saja dulu. Mas belum bisa untuk mandi. Biarlah dulu disini. Paling tidak tidur di kasur beralas tikar sudah membuat kita nyaman." Surti mulai menangis
"Jangan bohong dik. Mas tahu kamu tidak suka melihat mas seperti ini, mas sadar dik. Tapi masih ada saja yang membuat mas seperti ini. Pekerjaan yang tidak dapat-dapat, anak-anak kita semakin dewasa dik!! Mas takut kalaumereka tidak sekolah!!" Tak sanggup ku menahan emosi.
"Sudah mas, dik Surti mengerti, kita tanggung ini bersama. Aku cinta kamu mas. Paling tidak kalau kita ada usaha, kita bisa bekerja. Asal mas tidak lagi mabuk-mabukkan. Ingat anak kita mas, mereka semakin dewasa, mereka pun akan mengerti kalau bapaknya suka mabuk." balasnya lemah.
Surti memang tak suka marah, padaku ataupun pada anaknya. Dia wanita yang sabar walaupun aku sebagai suaminya selalu emosi. Sudah pemabuk, tak bisa menafkahi keluarga. Untung saja anak-anakku semua berwatak seperti Surti. Jadi tak ambil pusing. Setelah mengurusiku, Surti berangkat bekerja dengan tetangga yang hanya berjarak 5 km. Dia membawa sepeda berkaratnya. Walaupun hanya buruh, paling tidak masih bisa membiayai keluarganya dengan pas-pasan. Surti selalu bersyukur dan dia tak pernah mengeluhkan lelahnya pada siapapun, termasuk suaminya. Aku. Surti berangkat jam 8 pagi sampai senja mengilatkan tubuh mungilnya dari kejauhan. Memang aku sebagai suami yang tidak bersyukur.
Setelah pulang dari kerja pun, dia tak langsung tidur, mengurusiku dan anak-anak kita. Memasak, menjadi guru dan mendongengi Ani sebelum tidur. Agus sudah bosan dengan dongeng yang selalu ibunya bacakan sebelum tidur. Aku melihat dari balik bilik pintu yang memang bolong. Setelah Ani tidur, aku memanggil Surti, mengajaknya ke kamar. Memang selama ini kita tak pernah bercakap berdua. Dia selalu diam kalau tidak aku tanya, karena dia tahu, aku tak suka melihat dia menangis. Surti selalu menangis saat kita bercakap serius.
"Dik, maafkan mas ya. Mas belum bisa jadi suami yang baik buat kamu, ayah yang baik buat anak-anak kita. Mas minta janga pernah kau tinggalkan aku dik. Aku akan berusaha untuk kamu dan anak-anak. Mas rasa, sudah cukup kita menderita semenjak mas dikeluarkan dari pekerjaan. Mulai besok mas akan cari kerja ya dik. Doakan"
"Mas.., Surti tidak menuntut banyak. Surti selalu berdoa pada yang Kuasa agar mas disadarkan dari amukan amarah mas dan kembali bekerja. Entah semalam Surti mimpi apa, hingga Surti mendengar mas berbicara seperti ini. Surti akan selalu mendoakanmu mas. Surti senang mendengarnya. Makasih mas." Dengan suaranya yang lembut dan air matanya yang keluar melintasi pipi merahnya.
Surti memang lembut dari dulu dan tak ada yang berubah setelah kami punya anak pun. Percakapan itu pun kami akhiri  dengan janjiku tak akan mabuk dan menjadi suami serta ayah yang baik. Mungkin Dalam benaknya masih ada rasa tak percaya, tapi mewujudkan janjiku adalah tanggung jawabku. Semua demi Surti. Hingga bulan berganti, aku akan buktikan padamu dik, aku bisa berubah tuk dapatkan sesuap nasi. Lihat dik, aku buktikan ini.

17 May 2014

Jenuh

  No comments    
categories: ,
Gambar
Semua yang masih ada dalam benak
yang tertinggal dalam sajak, masih jelas terlihat
Dimana keinginan itu bergejolak
Namun takdir mengatakan bahwa itu bukan yang harus dijalani
Hingga semuanya sampai pada satu titik
dimana diri ini harus terdiam, pasrah dan ikhlas
Mengikuti alur hidup yang ada di depan mata
Mungkin saat ini mata sedang terlelap
Hingga katup membukanya membawa diri ini
menuju sebuah titik terang, indah dan yang diimpikan
Menerbangkan segala impian dalam satu jiwa
Jenuh,
Menjalani hidup tanpa adanya gairah
Titik hidup saat diri ini pasrah dalam segala arah
Menjalani hidup dalam arah yang salah
Menghirup udara dalam keterbatasan
Menuangkan maha karya dalam keterpaksaan
Menghitung ribuan detik dalam setiap nadi
Jenuh,
Dalam setiap arti, Dalam setiap jejak
Tanpa menuangkan arti
Tanpa menuangkan pikiran

16 May 2014

Percakapan Singkat

  No comments    
categories: ,
Hari ini saat kuliah umum dikampus, aku duduk bersebelahan dengan seseorang yang memang dekat. Sudah kenal saat pertama kali ospek. Ayu. Begitu panggilannya. Saat perkuliahan dimulai, entah dari mana mulainya percakapan itu, tiba-tiba dia bercerita tetang keinginannya menjadi seorang psikolog. Tapi karena salah masuk jurusan ya mau tidak mau harus menghadapi laptop beserta bahasanya. 

"Cha, gue sebenernya pengen masuk ke psikolog. Dulunya SMA pengen masuk jurusan IPA, tetehku nyaranin masuk di sekolah islam, tapi anak²nya terlalu gaul dan yaaa itu bukan karakterku. Akhirnya pendaftaran hampir ditutup, aku mutusin sekolah di SMK yang alasannya deke dari rumah. Mama setuju. Waktu udah masuk, ditanyain deh nantinya mau jadi apa. Ya jujur aja pengen jadi psikolog semuanya diem. Soalnya disana mayoritas mereka pengen jadi programmer."


Oke mulai disitu aku berputar otak kembali melalui, membuka lembaran masa SMA jurusan bahasa. Dimana memang aku merasa nyaman dengan jurusan itu. Baiklah, ayu mulai berimajinasi lagi "sebenernya sih yu emang kebiasaan baca wajah orang, dan rata-rata bilang karakter orang yang yu tebak emang pas. Jadinya ada yang beranggapan yu punya indra ke 6. Padahal juga yu liat dari wajahnya bukan karna yu punya keajaiban bisa baca wajah orang. Sekrang malah yu tertarik yang analisis analisis gitu. Nanti gamau cari kerja yang ngoding deh. Tapi jalanin ini dulu deh. Kalo kamu cha? udah sreg sama jurusan ini?" dengan wajah khasnya yang enteng dia tanya ke aku.

Disini curhat dimulai "yu, kita sama. Kamu sih masih punya kemampuan mengimbangi ya. Mungkin orang lain pasrah, putus asa sama jurusan yang mereka jalanin. Dari jaman masuk SMA aku pengen banget jadi novelis, sastrawan, penulis, sineas muda Indonesia yang berkecimpung di dunia teater. Tapi apalah daya, mungkin Allah lebih tau jalan yang harus kita lalui dulu." cerita selesai. Disini banyak sekali sisi yang mungkin tidak terlihat.


Saat aku tanya lagi teman yang tepat duduk disebalah kiri, apa emang bener ini jurusan yang kamu mau? "bukan, dulu itu gara-gara ikut OSN astronom, aku dipanggil dikampus ini eh dialihin ke polteknya. Pengennya sih dulu masuk di teknik fisika" oohh ya ternyata memang tidak mudah.. Selanjutnya kita akhiri dengan candaan renyah, Sari sang astronom bilang, "nanti aku mau ngodingin di bulan aja biar diliat sama kalian". Selanjutnya Ayu sang psikolog bilang, "iya, nanti jangan-jangan aku jadi motivator, pembicara-pembicara gitu. kan lumayan sambil baca karakter orang, ahahah". Oke aku mulai berfikiran sedikit lebih jauh, "aku pengen tetep nulis dan mungkin nanti mau bikin perkumpulan orang yang salah jurusan dan suka di bidang sastra dan antek-anteknya.Bikin semacam web, jadinya biar mereka tetep bisa nulis. Ya kali aja nanti ada lowongan biar bisa jadi sineas teater muda..hahaha"

Setiap orang punya cerita dalam hidup, mulai dari yang salah ambil langkah, dihadapi dan terus berusaha. Ya awalnya seperti mimpi yang mengikuti alur cerita singkat dalam dunianya. Tergantung kapan kita bangun dan membangun mimpi itu menjadi apa yang kita mau..

15 May 2014

Wanita

  No comments    
categories: ,
Wanita. Wanita yang mungkin memiliki kurang dari segala sisi. Namun ingin menjadi seseorang yang bisa menjadi kebanggaan dan bisa membanggakan. Seperti wanita lainnya, sangat sensitif masalah hati dan tidak dapat disentuh sembarangan. Wanita yang ingin mendapat lelaki idaman. Lelaki yang menjadi imam, menjadi pengarah hidup menuju surga-Nya. Wanita yang memiliki sejuta rahasia dalam hatinya, mempunyai sejuta air mata dalam pelupuknya.
Kulihat dunia dari dalam jendela. Aku mengingat salah satu nasihat dari inspirator terhebatku. Ibu. Kutelisik setiap perkataannya sekitar 2 setengah tahun yang lalu saat aku merasa patah hati dengan seseorang. "Banyak orang yang menganggap wanita itu lemah. Namun tidak. Wanita hanya sensitif pada air mata dan hati namun pikiran dan tenaganya menyamai orang orang yang menganggapnya lemah." Memang benar dan tidak ada yang salah pada wanita. Karena wanita yang telah disakiti mampu bangkit dan menjadi yang lebih hebat. Nasihat itu membangkitkan setiap nafasku menuju titik tertinggi dalam tubuhku. Membangkitkan memori yang lusuh memang tak mudah, namun dengan keteguhan dan sedikit demin sedikit lembaran yang dibuka pasti menemukan seberkas cerita yang dapat kita ingat untuk menjadi kunci hidup. "Pengalaman itu tak seharusnya dilupakan, ingatlah orang-orang yang pernah memasuki kehidupanmu dengan sejuta kenangan. Seharusnya kamu berterima kasih pada mereka. Lebih bijaklah dalam mengambil langkah."


Ya, girls are strong. Tak ada yang tak mungkin. Bahkan wanita yang telah disakiti sekalipun. Disakiti oleh cinta dan kepercayaan. Sakit itu pasti, namun jika dilihat lebih dalam Tuhan sedang menunjukkan bahwa saat ini kita belum mampu menjalani lebih jauh lagi.. Wanita...


Kita Dalam Jarak

  No comments    
categories: ,
Tak sedikit orang berpendapat bahwa hubungan jarak jauh adalah suatu tantangan yang besar dalam suatu hubungan. Hubungan beda kota atau bahkan beda negara dengan kekasih. Perlu kepercayaan besar dalam hubungan ini. Menahan rindu yang belum tentu bisa bertemu dengan mudah. Menahan keinginan menggenggam tangan dengan penuh kasih sayang. Saat-saat bercanda bersama, gelak tawa, tangis menggebu karna rindu. Namun, mereka kini terbantu dengan adanya teknologi. Bisa menggunakan video call untuk hanya sekedar bertatap muka dengan kekasih. Dengan meluangkan sedikit waktu tidurnya untuk meluapkan rindu. Cerita aktivitas mereka sharian. Tanpa sadar, salah satu diantara mereka tertidur. Dan masih bisa berusaha bangun kembali untuk menghibur kekasihnya yang dalam hitungan kilo meter. Sadarilah, saat-saat itulah yang bisa menjadi cerita dan kenangan manis di setiap perjalanan cinta kita yang berada dalam jarak.
Gambar
Alasan apa yang membuatmu tak dapat bertahan terkecuali memang terbukti salah satu tidak mau mempertahankan? Yaa, masih banyak sebenarnya yang benar benar jauh. Bukan hanya dalam jarak, namun dalam keyakinan yang tidak dapat bersatu. Berjuanglah kalian walau cinta dalam jarak. Titipkan rindu itu hanya pada jarak bukan dengan yang lain. Mungkin, rasa lelah selalu menyelimuti, percayalah, jika semua ingin berjuang untuk bersatu, ingin itu pasti bisa kamu raih. Hubungan jarak jauh sendiri sebenarnya telah diajarkan oleh alam. seperti matahari dengan bumi. Ribuan bahkan milyaran kilometer untuk menempuh. Tapi matahari selalu menyinari bumi. Bukan jarak yang membuat kita jauh, kalau hati dan keyakinan berpaut satu.
Selalu tanamkan keyakinan dalam pikiran dan hati. Jarak bukanlah halangan untuk bersatu, Mungkin memang tak mudah dilewati, percayalah satu sama lain bahwa kita bisa melewati dan mengalahkan jarak dengan kekuatan cinta.

08 May 2014

Di Hujam Rindu

  No comments    
categories: ,
Gambar
Rindu ini tak sekedar rindu
Rindu ini menyisakan banyak rasa
Dada terasa terjepit ketika melanda
Ingin menemui menatap mata yang indah dan menenangkan
Rindu itu sakit, ketika seseorang tak tau bagaimana cara melepaskan
Rindu itu sakit yang meradang ketika yang dirindukan tak mengerti
Dan harus mengeluarkan air mata ketika merasa dia lemah
Mengeluarkan emosi ketika dia lelah menahan seteguk rindu yang menghauskan
Memiliki segenggam air mata hanya sekedar meluapkannya
Rasa yang menghujam dada ketika seseorang pernah merasakannya
Rasa yang tak hanya sekedar rasa ketika rindu melanda
Seperti terpenjara dalam satu hati, terpenjara dalam ketidakpastian
Tuhan, jika memang rindu ini miliknya
Pertemukan rindu ini pada pemiliknya
Dan biarkan kami berbincang dengan rindu yang sama walau sekedip mata
Namun, jika bukan untuknya
Cukup pendam dalam-dalam dan biarkan hanya aku dan Kau yang tau
Biarkan bagian rindu ini menjadi bagian mwacana dalam hati
Jangan pernah ungkap rindu itu kembali
Cukup menjadi yang pertama yang ada ketika rindu itu muncul
Dan cukup deguban saja yang muncul ke permukaan dan hanya aku yang merasakan

31 March 2014

Kenangan 90-an

  No comments    
categories: 
Daridulu sampai sekarang ngga pernah bisa berpaling dari camilan. Ini camilan tahun 90-an waktu masih TK dan sekarang uda segede ini masih suka aja sama ini. Dulu sekitar tahun 90an harganya masih 250an isinya sekitar 10-15an lah. Dan sekarang 1000 itupun isinya cuma 6. Zaman yaaa..tapi ngga masalah deh, rasanya juga masih enak :D 


Apa jajanan kesukaan kalian pada zaman kalian?

Pilihan Dalam Hidup

  No comments    
categories: 
Long time no see yaa hi white cloud now, i will tell you 'bout life..
Awalnya saya mau beli makan di sekitar kampus. Tapi harus nunggu emas adit dulu di depan gang. Sekitar 15 menit nunggu, udah keliatan idungnya tiba-tiba mas Adit berhenti. Ternyata lagi diajak ngobrol sama ibu-ibu sama anaknya sekitar umur 7 tahun. Saking penasarannya karena ngobrol lama, takut juga kalo ada apa-apa, saya nyamperin mas Adit tapi ngga berani sampe deket. Saya berdiri aja di samping mobilnya orang. Ngga lama, mas Adit jalan lagi dan ibu itu pergi. "Ibu tadi siapa?" saking penasarannya langsung tanya ke dia. Terus ceritanya gini *serius*
Ibu : "punten mas, mau tanya apa disini ada perkumpulan PMK? ini bener kan gerbang perpustakaan"
mas Adit : "oh iya ada buk, ada apa ya? oh iya bu, gerbang masuk itu udah perpustakaan" 
Ibu : "ini mas saya lagi janjian sama anak PMK, takutnya saya dibohongin mas. saya dateng dari jauh mas, baru aja sampe." 
mas Adit : "emang ada apa ya bu? ibu uda sms ke orangnya?" 
Ibu : "gini mas, kan anak saya ini sakit, (maaf) kelaminnya bercabang. nah ditawarin operasi tapi ada syaratnya, saya harus murtad (keluar dari Islam). ya itu bukan kemauan saya sih mas, tapi mau gimana lagi saya nggak punya uang untuk operasi anak saya. Jadi ya saya terima. Tapi ini nggak ada yang salah kok mas, saya yang mau untuk operasi anak saya. Mereka hanya mau bantu saya kalau saya murtad" 
mas Adit : "oh iya bu, ibu coba sms lagi aja" 
Ibu : "iya mas, nuhun ya.." 
mas Adit : "iya bu. saya duluan ya bu,permisi"
Ya kurang lebihnya ceritanya seperti itu. Saking seriusnya dengerin mas Adit cerita, rasanya itu kaget, nggak percaya, daaaaannn.. ah nggak tau gimana rasanya. Kirain cuma ada di sinetron-sinetron hidayah gitu. Ternyata ada dikehidupan nyata. Ngeri juga sih dengernya. Soalnya baru pertama kali denger kaya gini secara langsung. Kasian juga sama ibunya, sampe segitunya untuk anaknya. Tapi kalau dipikir-pikir ya ngga segitunya juga ya, sampe murtad. Saya yang Islam miris dengernya. sad white cloud

Pilihan yang ada dalam hidup itu kadang memang susah. Tapi apapun pilihannya kita juga harus bisa menerima konsekuensi yang nantinya kita dapat. Semoga aja ngga ada kasus yang kaya begini lagi. Mungkin ada cerita yang sama dari kampus kalian?

06 March 2014

Sudahkah Kita Bersyukur?

  No comments    
categories: ,
Malam ini saya resah, kepikiran ngajuin judul untuk PA masih status waiting, book smiley dan iseng-iseng saya buka salah satu blog teman saya. Saya akan bercerita sedikit. Ya bukan bermaksud menggurui, tapi, bukankah setiap makhluk-Nya wajib untuk saling mengingatkan?
Kenapa judul dari postingan saya seperti ini? Ya mungkin karena saya masih sering mengeluh dengan segala keadaan yang saya miliki. Ya walaupun tetap bersyukur. Setelah membaca blog tadi, serasa seonggok duri menusuk dada saya, dan air mata pun menetes tanpa saya rasakan. Merasa jahat sama orang tua, masih saja merasa kurang soal uang bulanan yang kini saya sedang merantau. Masih saja merasa salah jurusan kuliah, jarang inget susahnya orang tua cari uang. Nggak ngerasa dosa? iya banget. :'(
Masih saja iri dengan mereka yang bisa berbelanja, jalan-jalan dengan riangnya tanpa inget kerja keras orang tua. Tanpa inget, masih banyak orang-orang disana yang masih leboh kurang daripada saya. Sekolah pun harus bekerja sendiri tanpa ada orang tua, sanak saudara. Sekolah harus putus dengan segudang cita-cita yang harus mereka korbankan. Tapi tak sedikit orang yang mampu menggapai cita-citanya, sukses dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Seharusnya saya harus bisa melihat itu. 
Seharusnya apapun yang kita miliki, harus segera bersyukur, tanpa harus menginginkan lebih. Keluarga, orang tua, teman, udara, dan segala yang kita miliki saat ini adalah nikmat yang Dia berikan. Lantas knapa saya harus mengeluh? Sudah makan bangku kuliah, tetap saja masih seperti anak kecil, merengek minta ini itu. 
Ya, kita sebagai umat-Nya tidak harus menunggu nanti untuk bersyukur. Belajar dari sekarang untuk bersyukur. InshaaAllah berkah untuk kita, dan rejeki semakin dilancarkan.  Semoga kita termasuk hamba-Nya yang mudah untuk bersyukur. Aamiin 
Dan keresahan pun dilanjutkan dengan tidur.. 

03 March 2014

Waktu Luang

  No comments    
categories: ,
Kalian pasti tau kan ya, gimana rasanya jadi Mahasiswa akhir. Apalagi kalau jurusannya tentang IT, ngga jauh-jauh dari laptop. Ibaratnya butuh banyak jari yang akan mengetik lebih saring dari biasanya, dan persiapkan mata yang kekuatannya lebih untuk menatap laptop labih lama.*lebay bye white cloud

Baiklah kalau udah kaya gini, laptop juga jarang mati, bukanya yang satu proposal, facebook, twitter, blog, YM yang satu editor, kopinya ngga ketinggalan. berasa big boss rice ball Jadi intinya sejak masuk semester 6 ini banyak waktu luang yang terbuang. Dan godaan juga semakin banyak, masa iya pengennya nulis cerpen, ngeblog daripada nyelesaiin PA. Dan yang nggodain ini juga ngga tanggung², 60% ke mereka, PAnya 40%. Sungguh sia-sia.. Ya jangan ditiru aja sih, cukup jadi pelajaran aja whistle white cloud
Ya kalau ada, sebisa mungkinlangsung pinter-pinter atur waktunya, kasian orang tua, hehehe

21 February 2014

Untuk Negeri Aku Hidup

  No comments    
categories: 
Indonesia, tak asing ditelinga dari soerang yang telah lahir didalamnya. Dikenal sebagai warga yang ramah dan bersahaja. Dengan kekayaan alam yang berguna bagi anak cucunya, beraneka ragam suku dan adat istiadatnya. Namun, mengapa masih banyak tangan yang jail dan seperti tak mengerti apa yang akan terjadi jika mereka merusaknya. Sungguh keji. Indonesia butuh kita, dan kita pun juga butuh Indonesia. Tak bisa dibayangkan apabila kita hidup di tanah tandus dan jauh dari kekayaan alam. Seebagai penerus bangsa sudilah kita tengok apa yang terjadi pada Indonesia. Dia menangis, merintih seakan memerlukan kita yang sanggup membangunnya lebih. Jangan kau besarkan amarahmu untuk kekerasan, jangan besarkan egomu untuk ketidak adilan. Tapi bangunlah emosimu untuk Indonesia merdeka, adil, dan sejahtera. Banyak yang bilang itu mustahil, pernahkah mencobanya? “Belum” enak saja kamu bilang membangun Indonesia mustahil. Kalau dipikir itu mustahil, mustahial juga bagi para pejuang yang telah tewas di medan perang memberantas penjajah hingga darah penghabisan. Masih dianggap mustahil? Bagaimana dengan ilmu yang kamu capai selama ini? Sudah berguna semuanya? Kasian teman-temanmu yang berjuang sendirian memberantas tikus tikus Negara. Bukannya membanu malah bikin rusuh juga dijalanan. Indonesia sudah mampu membuat salah satu situs yang sekarang sedang diminati banyak orang. Indonesia mampu menciptakan orang-orang yang handal, pembuat pesawat, sastrawan yang hebat, dan masih banyak lagi.
Seharusnya kita membangun Indonesia menjadi Negara yang lebih bermatabatlagi, berantas tikus-tikus Negara  Belajar menuntut ilmu dimanapun yang kamu mau, tuangkan untuk negeri, dengan segala kemampuanmu. Indonesia telah memberi segala yang telah kamu ingin dan perlukan. Sekarang hanya tinggal kamu yang berkorban untuk negerimu.

Masih ingin tinggal di negeri orang? Tengok negerimu, masih ada yang indah disana dibalik hutan yang rimbun, teriakkan suaramu, bangunkan mereka yang tidur, untuk kembali ke negaramu. Agar mereka sadar, Indonesia tak kalah indah dari mereka. Agar mereka dapat membangun dan melindungi yang indah-indah. Agar mereka tak mengotori apa yang seharusnya mereka jaga. Agar mereka mengerti Indonesia menanti kita dalam berkarya. Jaga negerimu, akupun hidup untuk negeriku. Menancapkan merah putih di segala sudut dan puncak tertinggi dengan tekad tinggi membangun negeri. Indonesiaku


nah ngomong ngomong soal Indonesia, banyak yang kalian tahu tidak kalau Indonesia punya segudang panorama yang indah dan bikin rindu lihat ini ya..
Nih penampakan Pantai Sawarna yang ada di Banten, bagus tidak??


Pantai Sawarna itu letaknya ada di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Sekitar 150 km dari Rangkasbitung. Pantai ini masih alami dan surga dunia yang baru bagi para peselancar. Di desa ini sangatlah unik, lokasinya dipisahkan oleh aliran sungai dangkal yang cukup lebar. kalau ingin menuju pesisir ini harus melewati jembatan gantung sekitar 50 meter. ditambah dengan keadaan air sungai yang cukup deras di bawah jembatan, pasti adrenalin terpacu. Namun di sekitar pantai ini tidak ada penginapan, kalau ingin menginap ya di rumah penduduk sekalian bisa mengakrabkan diri dengan warga. hehehhe 

Masih banyak lagi yang ada di Indonesia. Kalau mau datang, silahkan menikmati pemandangan Indonesia yaaa dengan senang hati kami menerima, asal ingat, jaga lingkungan sekitar biar tetep indah.. :)

Titipan Rindu Pada Hujan

  No comments    
categories: ,

Sudah ku titipkan rindu itu pada hujan. Sudahkah kamu mendapatkannya? Sengaja ku sediakan hangat-hangat untukmu agar kamu tetap merasakan apa yang aku rasakan. Ya. Tentu saja Rindu. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik yang bermain dengan hati. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik setiap hari. Aroma tubuhmu itu yang menusuk hidungku. Meyakinkanku menitipkan rasa itu pada hujan. Kamu dan hujan itu bagian dari detik detik kenangan saat kamu ada disini, tepat disampingku. Entah kenapa, waktu cemburu pada kita. Hingga memotong semua kebersamaan kita saat hujan.
Bagaimana jika aku, yang menemuimu di waktu kamu sibuk? Apa kamu mampu meninggalkan semua pekerjaanmu untuk menghirup aroma rindu yang tersedia di sela hati ini?
Nah, rindu itu pun juga telah disaksikan oleh purnama cantik di atas sana. Diantara kegelapan sebagai selimutnya. Ingin rasanya seharian berdua sama kamu, tanpa ada yang mengganggu, semut pun termasuk.. Dan jika memang ada yang lain, entah siapapun itu jangan salahkan cintanya, salahkan tempatnya saat kamu mulai fokus terhadap tugasmu. tiap orang berhak kan,punya cinta? termasuk orang lain mencintaiku tanpa sepengetahuanmu. tapi aku tetap mempertahankan cinta kita, meski aku dekat dengan dia. di matamu mungkin aku salah, tapi rasa ini hanya sementara ingin membelai cintanya. Aku berkhianat. 

Setelah aku lama tak bergaul dekat denganmu, aku merasa bersalah, hanya hujan yang mampu membawa rindu ini mengalir ke hatimu, ke hati yang ingin ku tuju, ke hati orang yang aku khianati. Namun percayalah, aku tak akan pergi darimu, sedetik pun. Walaupun rindu ini tak pernah ada jawabnya. Selama udara ini menghampiri ke paru-paru ku, selama itu aku setia padamu. Aku hanya rindu dekapanmu, aku hanya ingin kau merehatkan sejenak tumpukan kertasmu untukku walau semenit. Bawa aku terbang bersama sayapmu. Melupakan hiruk pikuk kehidupan dan menemui rindu kelelapan. Kalimat yang mungil tap berjuta arti untukku.

Proyek Akhir?

  No comments    
categories: ,
PA? Skripsi? TA? Tesis? Pasti sudah banyak yang merasakan hal itu, hal yang sakral bagi mahasiswa tingkat akhir dimanapun kuliahnya :D. Atau masih akan merasakan hal ini? Ya, itu aku. Banyak yang cerita, kalo udah terakhir gini, adaaaaaaaaaaa ajaaaaaaaa kendalanya. Entah dari eksternal ataupun internal. Kalo eksternal, ya kita bisa definisikan dari laptopnya, atau dari yang lain kaya dosen nih, kemaren mau diajak giliran uda berangkat ke kampus, dapet sms "maaf ya saya lagi ada tugas ke luar kota selama 5 hari kedepan". Gimana rasanya? :'( Kalo internal pasti kalian tau. MALES. Padahal ini yang bikin kita molor.
Gambar
Mahasiswa tingkat akhir ini banyak sekali perubahannya. Lihat saja mulai dari mahasiswa yang dulunya males pergi ke perpustakaan, sekarang penuh dengan mahasiswa akhir. Cari referensi, cari inspirasi dan cari apa saja yang bisa dicari. Dulu yang begadang buat nonton bola, sekarang begadang cuma buat ngerjain skripsi. Yang dulu makan uda ngga teratur dari yang makan sehari 2x sekarang makan sehari sekali. Ada juga yang ngerasa down, ngerasa ngga lancar ngerjain skripsi karna cobaan bertubi-tubi. Mulai dari pembimbing yang susah ditemui, revisi berkali-kali, sampe risetnya gagal. Naudzubillah..
Sebenernya kalau kita rajin, skripsi itu mudah. RAJIN ya RAJIN. Jadi ngga samp ngorbanin badan dan pikiran. Belom nanti kalo badan udah drop, siapa yang rugi? Udah jauh dari orang tua, tapi masih aja nyiksa diri. Baca doa sebelum nglakuin sesuatu, Ibadah yang rajin dan jangan telat, minta restu orang tua kalo mau nglakuin sesuatu, sabar. Pasti semua ada jalannya. Dan pasti semuanya pengen dapet yang begono ↓
nilai-a-plus
Masalah emang besar, tapi katakan pada masalah itu, "Aku punya Tuhan Yang Maha Besar".. :) Semangat skripsi. Semangat TA. Semangat PA. Semangat Tesis. Dan akhirnya orangtua bangga dengan kita.. ↓
sarjana
SEMANGAT YAAA :')