21 February 2014

Titipan Rindu Pada Hujan

  No comments    
categories: ,

Sudah ku titipkan rindu itu pada hujan. Sudahkah kamu mendapatkannya? Sengaja ku sediakan hangat-hangat untukmu agar kamu tetap merasakan apa yang aku rasakan. Ya. Tentu saja Rindu. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik yang bermain dengan hati. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik setiap hari. Aroma tubuhmu itu yang menusuk hidungku. Meyakinkanku menitipkan rasa itu pada hujan. Kamu dan hujan itu bagian dari detik detik kenangan saat kamu ada disini, tepat disampingku. Entah kenapa, waktu cemburu pada kita. Hingga memotong semua kebersamaan kita saat hujan.
Bagaimana jika aku, yang menemuimu di waktu kamu sibuk? Apa kamu mampu meninggalkan semua pekerjaanmu untuk menghirup aroma rindu yang tersedia di sela hati ini?
Nah, rindu itu pun juga telah disaksikan oleh purnama cantik di atas sana. Diantara kegelapan sebagai selimutnya. Ingin rasanya seharian berdua sama kamu, tanpa ada yang mengganggu, semut pun termasuk.. Dan jika memang ada yang lain, entah siapapun itu jangan salahkan cintanya, salahkan tempatnya saat kamu mulai fokus terhadap tugasmu. tiap orang berhak kan,punya cinta? termasuk orang lain mencintaiku tanpa sepengetahuanmu. tapi aku tetap mempertahankan cinta kita, meski aku dekat dengan dia. di matamu mungkin aku salah, tapi rasa ini hanya sementara ingin membelai cintanya. Aku berkhianat. 

Setelah aku lama tak bergaul dekat denganmu, aku merasa bersalah, hanya hujan yang mampu membawa rindu ini mengalir ke hatimu, ke hati yang ingin ku tuju, ke hati orang yang aku khianati. Namun percayalah, aku tak akan pergi darimu, sedetik pun. Walaupun rindu ini tak pernah ada jawabnya. Selama udara ini menghampiri ke paru-paru ku, selama itu aku setia padamu. Aku hanya rindu dekapanmu, aku hanya ingin kau merehatkan sejenak tumpukan kertasmu untukku walau semenit. Bawa aku terbang bersama sayapmu. Melupakan hiruk pikuk kehidupan dan menemui rindu kelelapan. Kalimat yang mungil tap berjuta arti untukku.

0 comments:

Post a Comment