21 January 2013

Sebuah Proses

  No comments    
categories: ,


Kecewa? Hal yang biasa bukan? Mungkin rasa itu akan semakin besar, ketika kita tidak mengimbangi dengan positif thinking. Ketika kamu di tanya dan kamu bisa mengimbanginya..

"Apa kamu marah? apa kamu kecewa ata apa yang saya lakukan dengan anda?"

Dengan singkat jawaban yang indah

"Bukankah manusia tidak luput dari kesalahan? Ini adalah sebuah proses pendewasaan diri ketika kita mempunyai masalah. Pendewasaan pikiran yang singkat."

"Tapi saya telah berbohong kepada anda, apakah anda menangis?"

"Kalau anda bertanya seperti itu, jelas saya akan menjawab YA. Karena saya perempuan. Saya kecewa, tapi saya tidak akan marah kepada anda. Saya menghargai kejujuran anda walaupun mungkin anda bisa jujur dari awal sebelum semuanya terjadi. :) Tapi tenanglah, ini adalah proses seperti yang ku katakan kepadamu tadi :)"

16 January 2013

Boleh Ngga Sih?

  No comments    
categories: ,
Boleh ngga sih suatu saat nanti aku jadi makmummu, yang berdiri dibelakangmu saat kita mendirikan sholat? pertanyaan itu selalu terngiang lho.. tak jarang lagi kita membuka obrolan soal masa depan :D
seperti kita memang akan membangun sebuah keluarga kecil antara aku, kamu dan calon anak kita nanti. :’)
boleh ngga sih aku menunggumu sampai nanti, sampai kamu siap untuk jadi imamku? 
Boleh ngga sih aku jadi satu-satunya orang yang ada dihatimu setelah ibu, dan keluargamu?
boleh ngga sih aku jadi nyonya programmer untuk kamu?
boleh ngga sih aku jadi ibu dari anak-anakmu nanti?
boleh ngga sih aku jadi wanita yang beruntung, yang kamu kecup keningku saat bangun pagi?
boleh ngga sih aku jadi surga yang sering orang bilang “surga ditelapak kaki ibu” untuk anak-anakmu nanti?
boleh ngga sih aku yang nyiapain sarapan, buat keluarga kita nanti?
boleh ngga sih aku yang merapikan dasimu ketika kamu nanti mau berangkat ke kantor?
boleh ngga sih aku yang jadi guru, mengajari anak-anakmu nanti?
Ya„aku hanya berdoa biar jadi kenyataan bersanding sama kamu.. programmerku adit :D

Singkat kan?

  No comments    
categories: , ,

Senyum.. :) pertama melihatmu waktu OASIS.. entah apa yang membuatku jatuh cinta padamu. Tapi setiap aku lihat senyummu, and now  I dare say I love you. Hingga akhirnya kamu juga mengatakan itu. Singkat, hanya senyum mampu merobek dinding kesepian. Senyum itu yang bisa buatku fall in love at first sight. :D Yeaahh!! 
Finally we are couple :D Sejak kapan sih punya mindset pacaran sama programmer?? Ngga pernah!! Dan baru kali ini tau kerjaan programmer, sifat-sifatnya, hingga kebiasaan-kebiasaanya. Dan intinya yang jadi pacarnya seorang programmer itu harus sabar. :D Kebanyakan dari mereka orangnya cuek. Salah satunya dia. Seorang programmer yang awalnya malu untuk nembak, nyatain cinta, tapi di bela-belain nutupi malunya untuk nyatain cinta *salut*. Tapi kalian tau? dibalik kecuekannya, menyimpan sejuta misteri yang ngga semua laki-laki punya. Dan aku bangga!!
Dan sampai sekarang, syukur tetap lancar dan makin mesra. Banyak lho yang aku kagumin dari kamu walaupun sering cemburu.. Kamu nggatau kan aku sayang kamu?? cukup hatiku dan Tuhan yang tau. :) Singkat kan? dari senyum jadi cinta? Tapi cintaku ngga sesingkat itu ke kamu. Asal kamu tau, Aku selalu berdoa agar kamu jadi yang terakhir buat aku.

12 January 2013

1 Pesan Yang Berarti

  No comments    
categories: , ,

Jarak yang jauh membuat kita terhalang untuk berkomunikasi. Pesan singkatmu sangat ku tunggu. Tak perlu dengan kata-kata yang panjang. Cukup kau memberiku kabar. Getaran ponselku sangat berharga untuk mendapat pesan darimu. Yah namun kecuekanmu dan kesibukanmu cukup mengalahkan waktumu untuk memberiku kabar. 
Aku tak menyalahkanmu sepenuhnya. Memang kamu pernah berjanji denganku untuk bahagiakanku suatu saat nanti. Kau bilang, suatu saat nanti kita akan bisa mencapai apa yang kita mau. Target-target yang telah kita tulis akan segera terpenuhi. 
Beri aku sedikit kabarmu, aku takut mengganggumu jika kau sibuk. Aku takut jika kau terganggu. Jika kau memberi kabar, aku tak akan mengganggumu, tak akan mengirimi pesan singkatku, tak akan menelfonmu hingga kau selesai.
Mengertilah, aku disini menunggumu, menunggu kabarmu. Menunggu saat-saat kita bersama lagi. Kau selalu bilang, "suatu saat jika sabar menunggu, kita akan bersama lagi.. aku disini berjuang untuk kita nanti."
"Rasa sayangku tak akan berubah dari awal sampai akhir.."