Hari ini saat kuliah umum dikampus, aku duduk bersebelahan dengan seseorang yang memang dekat. Sudah kenal saat pertama kali ospek. Ayu. Begitu panggilannya. Saat perkuliahan dimulai, entah dari mana mulainya percakapan itu, tiba-tiba dia bercerita tetang keinginannya menjadi seorang psikolog. Tapi karena salah masuk jurusan ya mau tidak mau harus menghadapi laptop beserta bahasanya.
"Cha, gue sebenernya pengen masuk ke psikolog. Dulunya SMA pengen masuk jurusan IPA, tetehku nyaranin masuk di sekolah islam, tapi anak²nya terlalu gaul dan yaaa itu bukan karakterku. Akhirnya pendaftaran hampir ditutup, aku mutusin sekolah di SMK yang alasannya deke dari rumah. Mama setuju. Waktu udah masuk, ditanyain deh nantinya mau jadi apa. Ya jujur aja pengen jadi psikolog semuanya diem. Soalnya disana mayoritas mereka pengen jadi programmer."

Oke mulai disitu aku berputar otak kembali melalui, membuka lembaran masa SMA jurusan bahasa. Dimana memang aku merasa nyaman dengan jurusan itu. Baiklah, ayu mulai berimajinasi lagi "sebenernya sih yu emang kebiasaan baca wajah orang, dan rata-rata bilang karakter orang yang yu tebak emang pas. Jadinya ada yang beranggapan yu punya indra ke 6. Padahal juga yu liat dari wajahnya bukan karna yu punya keajaiban bisa baca wajah orang. Sekrang malah yu tertarik yang analisis analisis gitu. Nanti gamau cari kerja yang ngoding deh. Tapi jalanin ini dulu deh. Kalo kamu cha? udah sreg sama jurusan ini?" dengan wajah khasnya yang enteng dia tanya ke aku.
Disini curhat dimulai "yu, kita sama. Kamu sih masih punya kemampuan mengimbangi ya. Mungkin orang lain pasrah, putus asa sama jurusan yang mereka jalanin. Dari jaman masuk SMA aku pengen banget jadi novelis, sastrawan, penulis, sineas muda Indonesia yang berkecimpung di dunia teater. Tapi apalah daya, mungkin Allah lebih tau jalan yang harus kita lalui dulu." cerita selesai. Disini banyak sekali sisi yang mungkin tidak terlihat.
Saat aku tanya lagi teman yang tepat duduk disebalah kiri, apa emang bener ini jurusan yang kamu mau? "bukan, dulu itu gara-gara ikut OSN astronom, aku dipanggil dikampus ini eh dialihin ke polteknya. Pengennya sih dulu masuk di teknik fisika" oohh ya ternyata memang tidak mudah.. Selanjutnya kita akhiri dengan candaan renyah, Sari sang astronom bilang, "nanti aku mau ngodingin di bulan aja biar diliat sama kalian". Selanjutnya Ayu sang psikolog bilang, "iya, nanti jangan-jangan aku jadi motivator, pembicara-pembicara gitu. kan lumayan sambil baca karakter orang, ahahah". Oke aku mulai berfikiran sedikit lebih jauh, "aku pengen tetep nulis dan mungkin nanti mau bikin perkumpulan orang yang salah jurusan dan suka di bidang sastra dan antek-anteknya.Bikin semacam web, jadinya biar mereka tetep bisa nulis. Ya kali aja nanti ada lowongan biar bisa jadi sineas teater muda..hahaha"
Setiap orang punya cerita dalam hidup, mulai dari yang salah ambil langkah, dihadapi dan terus berusaha. Ya awalnya seperti mimpi yang mengikuti alur cerita singkat dalam dunianya. Tergantung kapan kita bangun dan membangun mimpi itu menjadi apa yang kita mau..