
Kamu tau arti bahagia?
Bahagia itu ketika semua rasa tercurah saat ada kamu. Ketika kamu datang dihadapan orang tuaku. Memintaku pada mereka. Menyerahkan tanggung jawab mereka kepadamu. Dengan beribu jarak telah kita tempuh bersama. Sedih, bahagia, canda, tawa, jatuh, bangkit kita selalu bergandeng tangan. Selalu meyakinkan. Banyak yang tak yakin dengan kedekatan kita, tentunya karna perbedaan sifat dan tingkah kita. Tapi krna perbedaan itulah yang mampu membuat bahagia.
Kau bilang "apa kau siap dengan apa yang ada di hadapan kita nanti?" dengan yakin aku menjawab "denganmu aku siap dan yakin melewatinya selama kita terus berpegang tangan". sungguh kau meyakinkanku tiada henti. "Tak hanya itu, selama aku mampu. aku akan selalu meyakinkanmu. Kita harus bahagia." Kesederhanaanmu membuatku selalu berdecak kagum. Pendiam, keras kepala, pekerja keras, perfeksionis, usil. Itu yang ku tahu tentangmu. Segala pekerjaan yang kamu lakukan selalu harus selesai dengan indah. Seorang yang tak hentinya beranjak dari barisan kode pemrograman, dari fajar hingga ufuk barat. Semua kau tuliskan kau tuangkan untuk mendapat sebuah tujuan membangun masa depan. Kamu yang selalu aku kagumi, sosok yang terkadang acuh dengan hembusan nafas sekitar. Tapi tidak dengan orang yang kamu sayang.
Saat orang bertanya apa yang membuatku jatuh hati padamu? Aku selalu menjawab tak tahu. yang aku tahu hanya kamu yang membuatku jatuh cinta berkali-kali. Membuatku menyairkan sayang setiap detik. Mengungkapkan cinta melalui tulisan. Meskipun aku sama denganmu satu jurusan denganmu, tapi aku tak tertarik berhadapan dengan barisan kode yang kurang bersahabat dengan jariku. Aku lebih tertarik menuliskan sajak tentang perangaimu. Perangai yang ku kagumi setelah pangeran pertamaku. Bapak.
Dengan kamu yang suka dengan kuliner, makanan, kudapan. Sama. Hingga makanan apapun yang bisa kita lakukan, kita olah makanan itu bersama. Terkadang jadi salah satu kejutan kecil hanya untuk menghangatkan suasana kedekatan kita. Bagiku, itu sangat berarti. Hal-hal kecil yang seperti itu membuatku rindu saat kita jauh. Saat kita berbeda wilayah. Karena sepiku sudah kau penuhi dengan canda, kau penuhi dengan keusilanmu. Memang tak pernah ada hentinya saat bercerita tentangmu. Kamu yang selalu mengusili kehidupanku, merubah duniaku menjadi tawa. Itulah bahagia. :)
0 comments:
Post a Comment