Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

06 June 2014

Masih?

  No comments    
categories: , ,

2 tahun memang tak sebentar. Sudah mengenal satu sama lain pasti. Bosan? ada. Tapi kenapa harus menunggu aku yang menebak? Aku yang bertanya? Kan aku sudah bilang, kalau kau merasakan itu semua jujurlah!! Tak ada akibatnya untuk hatiku dan sikapku. Hanya saja aku akan introspeksi diri. Bukan menjauh dan tidak sampai berlaga tidak enak kepadamu. Apa memang kamu tidak bisa lagi berkata jujur? Apa memang sikapku memuakkan sehingga kau ingin lepas? tak semudah itu. Kita telah berkomitmen untuk satu walau bukan dalam ikatan. Ini hati bukan mainan. Bukan untuk disinggahi lalu ditinggalkan. Kau juga tau tak hanya hujan, angin bahkan bintang telah menyaksikan. Dengan segala impian kita, kita ukir dengan sebuah tinta. Hanya karna kau bosan dan tak ingin bicara langsung padaku? Apa kau tak merasakan adanya perubahan pada sikapku? Sepertinya kamu merasa namun kau masih menunggu aku yang bilang. 
Masihkah kau ingat, aku pernah mengatakan "kalau kamu bosan, langsung bilang ya. jangan sungkan. kita nanti bisa cari solusi sama-sama" dan itu pun kau jawab "iya". Tapi kenapa harus menunggu aku bertanya? Lupa? Atau sungkan? Kurasa tidak. Mengambil hatiku saja, kau tidak merasa sungkan. Seharusnya kau berani mengatakan kalau "aku bosan dengan..., jadi kita harus gimana ya? biar kita satu sama lain enak dan tidak merubah hubungan" kalau tidak dibicarakan, mana aku tau kau sedang bosan? Kalau tak kau ungkapkan, mana tau kau sedang ingin memiliki waktu sendiri? Kalau kau tidak ungkapkan, kau yang menahan semuanya sendiri tanpa aku tau. 
Aku tau kau sebenarnya ingin berucap, tapi karna tidak enak hati saja denganku.. ingat perjuangan kita waktu jauh? ingat perjuangan kita saat bertengkar? ingat lagu-lagu favorit kita? ingat semua yang kita lalui bersama? :') aku harap kau ingat.. cry teapot sad teapot
Masih besar harapanku untuk tetap bisa berdua denganmu. Sampai nanti sampai akhir.. 

15 May 2014

Kita Dalam Jarak

  No comments    
categories: ,
Tak sedikit orang berpendapat bahwa hubungan jarak jauh adalah suatu tantangan yang besar dalam suatu hubungan. Hubungan beda kota atau bahkan beda negara dengan kekasih. Perlu kepercayaan besar dalam hubungan ini. Menahan rindu yang belum tentu bisa bertemu dengan mudah. Menahan keinginan menggenggam tangan dengan penuh kasih sayang. Saat-saat bercanda bersama, gelak tawa, tangis menggebu karna rindu. Namun, mereka kini terbantu dengan adanya teknologi. Bisa menggunakan video call untuk hanya sekedar bertatap muka dengan kekasih. Dengan meluangkan sedikit waktu tidurnya untuk meluapkan rindu. Cerita aktivitas mereka sharian. Tanpa sadar, salah satu diantara mereka tertidur. Dan masih bisa berusaha bangun kembali untuk menghibur kekasihnya yang dalam hitungan kilo meter. Sadarilah, saat-saat itulah yang bisa menjadi cerita dan kenangan manis di setiap perjalanan cinta kita yang berada dalam jarak.
Gambar
Alasan apa yang membuatmu tak dapat bertahan terkecuali memang terbukti salah satu tidak mau mempertahankan? Yaa, masih banyak sebenarnya yang benar benar jauh. Bukan hanya dalam jarak, namun dalam keyakinan yang tidak dapat bersatu. Berjuanglah kalian walau cinta dalam jarak. Titipkan rindu itu hanya pada jarak bukan dengan yang lain. Mungkin, rasa lelah selalu menyelimuti, percayalah, jika semua ingin berjuang untuk bersatu, ingin itu pasti bisa kamu raih. Hubungan jarak jauh sendiri sebenarnya telah diajarkan oleh alam. seperti matahari dengan bumi. Ribuan bahkan milyaran kilometer untuk menempuh. Tapi matahari selalu menyinari bumi. Bukan jarak yang membuat kita jauh, kalau hati dan keyakinan berpaut satu.
Selalu tanamkan keyakinan dalam pikiran dan hati. Jarak bukanlah halangan untuk bersatu, Mungkin memang tak mudah dilewati, percayalah satu sama lain bahwa kita bisa melewati dan mengalahkan jarak dengan kekuatan cinta.

08 May 2014

Di Hujam Rindu

  No comments    
categories: ,
Gambar
Rindu ini tak sekedar rindu
Rindu ini menyisakan banyak rasa
Dada terasa terjepit ketika melanda
Ingin menemui menatap mata yang indah dan menenangkan
Rindu itu sakit, ketika seseorang tak tau bagaimana cara melepaskan
Rindu itu sakit yang meradang ketika yang dirindukan tak mengerti
Dan harus mengeluarkan air mata ketika merasa dia lemah
Mengeluarkan emosi ketika dia lelah menahan seteguk rindu yang menghauskan
Memiliki segenggam air mata hanya sekedar meluapkannya
Rasa yang menghujam dada ketika seseorang pernah merasakannya
Rasa yang tak hanya sekedar rasa ketika rindu melanda
Seperti terpenjara dalam satu hati, terpenjara dalam ketidakpastian
Tuhan, jika memang rindu ini miliknya
Pertemukan rindu ini pada pemiliknya
Dan biarkan kami berbincang dengan rindu yang sama walau sekedip mata
Namun, jika bukan untuknya
Cukup pendam dalam-dalam dan biarkan hanya aku dan Kau yang tau
Biarkan bagian rindu ini menjadi bagian mwacana dalam hati
Jangan pernah ungkap rindu itu kembali
Cukup menjadi yang pertama yang ada ketika rindu itu muncul
Dan cukup deguban saja yang muncul ke permukaan dan hanya aku yang merasakan

21 February 2014

Titipan Rindu Pada Hujan

  No comments    
categories: ,

Sudah ku titipkan rindu itu pada hujan. Sudahkah kamu mendapatkannya? Sengaja ku sediakan hangat-hangat untukmu agar kamu tetap merasakan apa yang aku rasakan. Ya. Tentu saja Rindu. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik yang bermain dengan hati. Mungkin aku tak dapat menahan setiap detik setiap hari. Aroma tubuhmu itu yang menusuk hidungku. Meyakinkanku menitipkan rasa itu pada hujan. Kamu dan hujan itu bagian dari detik detik kenangan saat kamu ada disini, tepat disampingku. Entah kenapa, waktu cemburu pada kita. Hingga memotong semua kebersamaan kita saat hujan.
Bagaimana jika aku, yang menemuimu di waktu kamu sibuk? Apa kamu mampu meninggalkan semua pekerjaanmu untuk menghirup aroma rindu yang tersedia di sela hati ini?
Nah, rindu itu pun juga telah disaksikan oleh purnama cantik di atas sana. Diantara kegelapan sebagai selimutnya. Ingin rasanya seharian berdua sama kamu, tanpa ada yang mengganggu, semut pun termasuk.. Dan jika memang ada yang lain, entah siapapun itu jangan salahkan cintanya, salahkan tempatnya saat kamu mulai fokus terhadap tugasmu. tiap orang berhak kan,punya cinta? termasuk orang lain mencintaiku tanpa sepengetahuanmu. tapi aku tetap mempertahankan cinta kita, meski aku dekat dengan dia. di matamu mungkin aku salah, tapi rasa ini hanya sementara ingin membelai cintanya. Aku berkhianat. 

Setelah aku lama tak bergaul dekat denganmu, aku merasa bersalah, hanya hujan yang mampu membawa rindu ini mengalir ke hatimu, ke hati yang ingin ku tuju, ke hati orang yang aku khianati. Namun percayalah, aku tak akan pergi darimu, sedetik pun. Walaupun rindu ini tak pernah ada jawabnya. Selama udara ini menghampiri ke paru-paru ku, selama itu aku setia padamu. Aku hanya rindu dekapanmu, aku hanya ingin kau merehatkan sejenak tumpukan kertasmu untukku walau semenit. Bawa aku terbang bersama sayapmu. Melupakan hiruk pikuk kehidupan dan menemui rindu kelelapan. Kalimat yang mungil tap berjuta arti untukku.