27 September 2013

Rasa Bersalah Itu Menghantuiku

  No comments    
categories: 

Entah darimana seharusnya aku mulai kisah ini. Tiga tahun yang lalu tepatnya. Aku mengenalmu, dan kita mulai bercerita banyak tentang kehidupan. Hingga kau tenggelam dalam perasaan. Rasa ini timbulkarena ku terbiasa denganmu. Karena ku menemukan sosok yang bisa melindungiku disini. Kuberharap padamu, namun sia sia, karena aku hanya orang yang tiba-tiba masuk dalam hidupmu dan mengganggumu. Pernah terucap kata cinta dan sayang darimu. Namun hanya tinggal kata. Hilanglah kamu kemudian. Meninggalkan rasa cinta itu disini. Dihatiku. Kamu tak tahu apa yang aku rasakan saat itu saat kamu tinggalkan kenangan itu. Hingga saat aku menemukan penggantimu, dan kini aku bersamanya harmonis. Kamu datang.

Ah, kenapa kamu baru datang? Kenapa kamu ucapkan kata-kata itu lagi? Aku memang nyaman saat disisimu. Hati tak pernah berbohong. Tapi kini ku bersamanya. Aku tak ingin dan tak mungkin menyakitinya. Karena kusayang dia. Aku memang dekat denganmu, tapi rasa itu terus menghantuiku. Rasa bersalah padamu dan dia. Aku mencoba yang terbaik untukku, kamu, dan dia. 

Mungkin kamu lebih meyayangiku daripada dia. MUNGKIN. Tapi ku tak bisa menyakiti salah satunya. Terlalu bersalah jika aku harus memilih salah satu. Aku jatuh terpuruk dan tak bisa bernafas lagi. Selamanya akan seperti ini, sampai Tuhan menentukan jalan mana yang harus aku ambil. Bersamanya, kamu, atau memang aku harus kehilangan semua. Kasih sayang kalian dan cinta kalian. Hingga aku tak bernafas sekalipun aku rela. Dengan melihat kalian bahagia dengan orang yang benar-benar kalian sayang dan cinta. Semua terlalu berharga untukku. Aku tak dapat menyakiti kalian.

Hati ini memang tak dapat bohong jika harus bicara soal sayang dan cinta. Aku tak dapat menghilangkan rasa nyaman itu jika kamu ada disini. Dihatiku. Namun ku tak bisa mencintaimu. Rasa itu telah hilang. Ketulusanmu memang tak pernah hilang. Berkalikali aku tak bosan mengatakan bahwa aku NYAMAN. namun tak cinta. Aku SAYANG namun tak cinta. :) aku tak bisa mengembalikan rasa itu sedia kala. Hingga kamu dapat merasakan apa yang telah aku rasakan dulu. 

Aku tak ingin menyakiti jauh lebih dalam, lebih dalam dan meninggalkan bekas itu lebih dalam. Cukup aku yang merasa seperti ini. Bersalah karena terpuruk dalam dua dunia. Dalam hati yang berbeda. Aku tahu Tuhan punya rencana lain untuk ini. Untuk dunia yang sekarang aku tempuh. Untuk semua yang aku punya. Aku hanya berdoa setiap malam, agar kamu dan dia diberikan yang terbaik jika memang itu bukan dari aku. :') Cukupkan aku memberi kebahagiaan saat ini. Jika nanti memang harus berlanjut, semoga kita memang mendapatkan yang terbaik. Tanpa harus meninggalkan luka yang mendalam. Tuhan lebih tahu apa yang aku rasakan, meski kadang aku tak dapat merasakan itu. Dan Tuhan tahu apa yang terbaik untukku, kamu, dan dia. Jadi tenanglah sayang, kita pasti diberikan yang terbaik olehNya. Kalaupun salah satu diantara kalian memang jodohku, pasti akan lebih didekatkan. 

Aku memang memasrahkan ini semua pada yang Kuasa, namun tak berarti aku tak berusaha untuk mendapatkan yang terbaik untuk kalian. Hingga rasa bersalahku ini terobati. Hanya dengan kalian bahagia dan mendapatkan yang terbaiklah rasa bersalahku terobati.

0 comments:

Post a Comment