Miliki Hatimu Saat Jauh
Dunia mungkin tak tahu bahwa sayangku tak sesingkat hujan, namun sayangku adalah waktu. Waktu yang dapat terus berputar melawan arus menembus kegelisahan dan kehundahan yang hebat. Manis saat bersamamu itu adalah kebanggaanku, duka bersamamu adalah keteguhanku memilikimu. Tuhan tau apa yang harus kita jalani saat kita bersama. Tak semudah orang-orang bilang, bagi mereka hubungan yang "Long Distance Relationship" itu mudah, tapi bagiku menjadi "Long Distance RelationSICK" ketika ponselku tak berbunyi sedetikpun. Gelisah pasti.
Ketika matahari bosan menampakkan dirinya, akupun juga telah lelah menunggu ponsel itu berbunyi. Ketika kekesalan membuatku lelah, terangpun tak dapat ku lihat, denting jam mulai samar. Aku tak sadar.
Karena silau cahaya menuju mataku, langsung tersadar "ah, sudah pagi". Kulihat ponselku, satu pesan kulihat. Dadaku berdetak tak seperti biasanya, 03:40 pesan itu dikirim. "Sayang, maafkan aku. Aku lembur hingga larut. ketika pulang, aku tertidur, dan mulai tersadar langsung aku sms kamu. jangan khawatir ya, jaga baik-baik dirimu, hubungan kita jangan sampai mengganggu pekerjaanmu. Aku tahu, kamu akan khawatir dan berpikir yang macam-macam. Tapi percayalah, aku disini baik-baik saja. I Love You.. tunggu aku pulang yaa :)"
Aku hanya tersenyum dan tak sempat membalas pesan, kulihat denting jam dinding tak bersahabat. Segera bergegas untuk kerja. "aku hanya ingin kamu tahu, aku butuh kabar darimu, aku ingin kamu menyempatkan waktumu 3 menit saja mengirim pesan memberikabar bahwa kau baik-baik saja dan tahu kabarku disini. Karena tak mungkin kita bisa menghabiskan waktu berdua lebih lama seperti dulu. Baik, aku tunggu kedatanganmu, kan ku ungkap semuanya".
Banyak yang ingin ku capai bersamamu, cukup denganmu. Tak dengan yang lain. Kamu bahagiaku, meski terlihat berlebih, di mata orang. Tapi itu doaku pada Tuhan.

0 comments:
Post a Comment