Tepat kemarin sore, sebelum hari pekerjaan datang. Kau membuat cerita baru di ruanganku. Ku melihatmu matamu terpejam dekat sekali. Disini, di depan mataku. Ya, tepat sekali. 2 jam kau nikmati istirahatmu, kau terlelap dengan segala mimpimu. Saat kau membuka matamu, kau ingin ku bersanding menemanimu, dan sedikit kau ungkapkan “jangan pernah pergi dari hatiku.” Dengan sedikit pelukan yang melegakan. Sedikit ku terkejut lidahku pilu tak dapat berkata. Entah apa yang membuatmu berkata seperti itu, membuat hatiku menggigil tak bergerak.
“Aku berusaha untuk selalu
bertempat di hatimu” hanya itu yang bisa ku ungkapkan. Dengan selang yang
begitu lama, kau melontarkan cerita dengan bumbu-bumbu cinta. “Alasanku
mengatakan kalimat itu karena aku ingat saat kamu bercerita bahwa kamu
memimpikan mantan kekasihmu yang ingin pergi denganmu.“ Dengan sedikit senyum
kau memandangku dan membelai rambut keritingku, aaahh rasanyaaa lebih pilu kau
berkata seperti itu. Sepertinya aku selalu menyakitimu yang senantiasa
mendampingiku.
***
Aku mendengar suaramu yang kecil
dan taka sing bagiku. Suaramu yang unik dan aku suka. Kau mulai bercerita lagi.
A : kamu pernah nggak punya sama seseorang yang terkenal, artis atau
apalah terus kamu pengen pacaran sama dia?
B : punya idola aja ngga.. apalagi pacaran sama yang terkenal.. kamu
ini ada-ada saja. Kalau yang dilingkungan sekitar sih ada.
A : pasti orang yang kamu kenal ya? Bukan itu maksudku.. orang yang
belum kamu kenal sama sekali, cuma hanya sekedar tau..
B : Ohh,, iya ada dulu.. hehehehheh pernahdulu pengen pacaran tapi
bikin ilfil..jadi…batal deh.. hopeless :D
A : Anak kampus ya pasti? Hayo.. ngaku… jangan ngelesss yaa
kamuuuu..anak mana? Namanya siapa? Semester berapa? Deket ya dulu sama dia?
B : iya anak kampus, anak bekasi, namanya A*** satu angkatan sama kita,
ngga deket kok, hanya sekedar membuat perbincangan lewat sms. Setelah itu
sudah. Yang chatting sama aku di facebook dan kamu cemburu 2 minggu yang lalu
itu.
A : yang chatting sama kamu di facebook? Mana? Ooohhh iya inget, yang
cara kalian berbicara berbeda itu ya?
B : ╮("╯_╰)╭ yyaaahh sebut sajalah itu.. tapi bener
ngga ada maksud apa-apa aku ngomong kaya gitu saa dia.
Disitulah kamu mulai
mengembangkan tawamu walau aku tau kamu sebenarnya cemburu. Tapi kau tutup itu
semua dengan tawamu. Kamu tau? Disaat kita bertengkar karena cemburu, disaat
itu lah rasa sayangku bertambah, “selama 7 bulan aku berpacaran denganmu,
selama itu aku marah samakamu hanya karena cemburu”. Pesan yang sangat singkat
kau daratkan ditelingaku, mungkin agar ku cepat tersadar tidak melukai mu lagi.
Dan satu pesanku “berapa kali aku menyakiti mu, tak sebanding dengan aku
mencintaimu”.
GIVE MY REGARDS ADIYAT ^_^
0 comments:
Post a Comment