Kisah ini, dimulai saat dimana aku bertemu denganmu saat ospek jurusan. Ospek itu yang membuat kita sepeerti ini. Hingga kita mulai dekat dan dilanjutkan dengan jejaring sosial, saat aku mengomentari statusmu disalah satu jejaring sosial. kemudian mengomentari fotomu. Aku juga tak menyangka kita bisa saling bertukar nomor telepon. Dan kamu sms.... :D jujur tak kusangka. Setelah beberapa hari, kamu datang ke kosanku, basa basi menemaniku belajar sebelum assessment agama. Ingat sekali.. :D :D
Dan akhirnya berkelanjutan smsan. Saatnya libur UAS. Dipisahkan dengan libur kuliah 1 bulan, rasanyaaa..pasti bisa ditebak kalo cinta pada pandangan pertama baru saja dimulai. Pertama mengenalmu, penasaran karna kamu pendiam. Beda 360 derajat denganku yang cerewet. -_- waktu smsan dengan jarak 3 jam dari rumahku saat pulang kampung. Manggilnya juga sudah tak ragu lagi, "sayang", seperti orang pacaran, padahal baru kenal 3 minggu :D tapi rasanya uda pernah kenal deket kenal lama banget.
Sungguh, aku tak menyangka, melewati beberapa bulan mengorbankan perasaan yang tiba2 datang "rindu". Saat yang dinantikan pun tiba, kembali ke perantauan. Saat itu juga dia berkunjung ke kosku, tak ku sangka. Pengungkapan bahwa ada saling sayang antara kami, dia mengungkapkan semuanya. "Maukah kau menjadi pacarku?" lemas kurasa saat dia mengungkapkan semua itu. Belum begitu kenal, tapi uda nembak. hahahha aneh memang. Tapi, dia benar-benar bisa mengerti aku apa adanya. Sungguh aku tak berfikir hingga sejauh itu. Seperti sudah berpacaran lama. Saling mengerti sikap dan sifat masing-masing. Dan istimewanya kami tidak pernah sama sekali bertengkar, marahan. Padahal kita tau pacaran yang belum melakukan pendekatan ituuu rentan sekali bertengkar. Tapi tidak untukk kita. Saling mengerti, melengkapi, dan kejujuran selama berpacaran. Dan kami melakukan pendekatan saat berpacaran. Saat-saat yang indah, keromantisan yang tak terduga sering dia tunjukkan.
Mungkin ini jawaban dari doa-doaku, Allah memberiku seseorang yang mengerti aku, orang yang biasa, bukan yang aku inginkan, tapi seseorang yang aku butuhkan untuk menjadi diriku sendiri. Tak perlu ku ungkit-ungkit masa laluku. Sama saja sebenarnya, bisa bertahan 4 tahun karena saling mengerti dan memahami walaupun sering bertengkar.
Tak perlu banyak harapanku, semoga kita dapat menempuh perjalanan ini hingga akhir, akhir dimana aku tak dapat bernafas lagi. Dan kau menjadi seseorang yang menjadi pendampingku pendamping tuaku. Habiskan waktu bersamamu. :)
11 May 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment